Kisah Lylia Mobile Legends: Dark Magician Terhebat dari Magic Academy

Lylia merupakan heroine Mobile Legends yang berperan sebagai mage. Berbentuk seperti penyihir cilik, hero ini memiliki kemampuan yang unik. Ia dapat memberikan magic damage dan efek slowdown terus menerus kepada musuh. Oleh karena itu kalian perlu mengetahui tentang cerita Lylia di Mobile Legends.

Ia disebut-sebut sebagai keturunan Penyihir Kegelapan yang memiliki kemampuan ilmu hitam terbaik di Akademi Sihir. Karena kemampuannya ini, orang-orang meremehkannya. Padahal Lylia ingin membantu orang beberapa kali. Namun, kekuatannya selalu menempatkan orang dalam bahaya.

Penasaran dengan cerita lengkapnya? Berikut Gamedaim Tips merangkum cerita Lylia Mobile Legends yang harus kamu ketahui.

Kisah Lylia Mobile Legends

Peringatan dan sinyal marabahaya ada di mana-mana di laboratorium bawah tanah Akademi Sihir. Ini adalah surga Penyihir Kegelapan. Ledakan tiba-tiba dan ramuan yang menghanguskan mengubah tempat itu menjadi “rumah berhantu” yang menakutkan. Beberapa orang akan datang ke sini, dan tidak ada yang mau berteman dengan Penyihir Kegelapan.

Penyihir Hitam yang dulunya brilian sulit ditemukan hari ini. Sebagai keturunan Penyihir Kegelapan, Lylia memiliki karakter unik dan kreativitas magis yang tak tertandingi. Menurut catatan sejarah Akademi Sihir, orang tua Lylia memegang otoritas tertinggi di antara Penyihir Kegelapan dan merupakan pelopor dalam mendirikan Akademi Sihir.

Namun, karena kekuatan penghancur dan ilmu hitamnya yang unik, orang tua Lylia terpaksa keluar dari akademi sihir sejak lama.

Lylya tumbuh sendirian dan orang-orang salah paham dengannya karena identitasnya sebagai penyihir hitam. Di saat-saat menegangkan, orang-orang dengan tidak ramah memanggilnya “penyihir kecil”.

Lylia sangat ingin membuktikan dirinya. Dia ingin berteman dan diakui sebagai pesulap lain. Lylia mengajukan diri untuk membantu teman-teman sekelasnya. Misalnya, ketika Eudora membutuhkan sihir petir, Lylia menggunakan penangkal petir sihir hitam untuk memberi Eudora petir yang lebih besar.

Namun “bantuannya” akhirnya membuat Eudora terluka. Pada kesempatan lain, Harley ingin meningkatkan kemampuan magisnya, maka Lylia mempraktekkan ilmu hitam di topi penyihir Harley.

Namun Harley kembali terluka oleh ilmu hitam Lylia. Mencoba sekuat tenaga, tidak mungkin baginya untuk menyingkirkan nama itu. Para penyihir di Akademi Sihir menganggap Lylia sebagai “masalah”.

Perubahan sikap Lylia yang kerasukan ilmu hitam

Seiring waktu, Lylia menerima identitas ini dan benar-benar bertindak seperti “pembuat onar”. Tapi obsesinya dengan ilmu hitam tidak pernah berubah. Dia tahu bahwa ilmu hitam adalah kekuatan tak terbatas dan dapat menghubungkan ruang yang berbeda.

Hubungkan dunia nyata ke setiap titik waktu, masa lalu atau masa depan. Dia ingin menjadi Penyihir Hitam terhebat dan dia ingin bertemu orang tuanya. Keinginan ini mendorongnya untuk berjuang menemukan ilmu hitam yang paling kuat, meskipun berulang kali mengalami kemunduran.

Lylia telah mencoba menggunakan Sihir Hitam untuk memecahkan celah waktu, berharap menemukan “momen kritis”. Sayangnya, setiap celah membawa meteorit atau makhluk lain dari dunia asing.

Tak mau menyerah, Lylia terus mengerahkan energi magisnya, berharap menemukan jalan yang paling stabil.

Hingga akhirnya Lylia menemukan makhluk aneh bernama Snores dari celah tersebut, tercabik-cabik oleh ilmu hitamnya. Jenis monster kosong yang suka melahap sihir. Pada saat Lylia sedang berlatih sihir hitam, Dengkuran hampir memenuhi lab.

Mereka bereproduksi dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Mereka sangat setia kepada Lylia sehingga setiap instruksi Lylia dilaksanakan tepat waktu. Untuk pertama kalinya, Lylia merasa memiliki banyak teman yang luar biasa.

Tapi makhluk aneh ini menjadi serakah. Lylia punya ide. Dia membuka pintu laboratorium bawah tanah. Mendengkur sedang mencari segala macam energi magis. Lylia menganggap “malapetaka” itu dengan senyum tipis.

“Trik” yang mengungkap penyihir hitam terhebat Akademi Sihir akhirnya kembali. Penyihir, apakah Anda siap?

Sumber :